Bantahan Terhadap Bid’ah Hasanah

BANTAHAN TERHADAP BID’AH HASANAH

Berikut ini ana kutipkan penjelasan ringkas tentang Bid’ah Hasanah dari Buku Mengapa Anda Menolak Bid’ah Hasanah karya Abdul Qayum Muhammad As-Sahibany diterbitkan oleh Pustaka At-Tibyan

Pokok Agama Islam adalah Al-Qur-an dan Assunnah (Hadist shahih) sebagaimana yang dipahami oleh Salaful ummah (shahabat, tabi’in dan tabi’it tabi’in), serta ulama-ulama setelah mereka sampai saat ini yang mengikuti manhaj mereka dengan baik.

Diluar itu semuanya adalah Bid’ah, mau dikelompokkan bid’ah sayyi’ah (yang buruk) atau bid’ah hasanah (yang baik); Yang jelas semua itu tetap bid’ah sebab tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Malik bin Anas berkata: “Barang siapa yang melakukan suatu bid’ah dalam Islam yang dia anggap baik bid’ah tersebut, maka sungguh ia telah menuduh Muhammad SAW telah mengkhianati Risalah ini. Sebab Allah berfirman ” Pada hari ini telah Ku-sempurnakan bagimu agamamu dan telah Ku-cukupkan nikmat-Ku dan telah Ku-ridhoi Islam sebagai agamamu”. (QS AL-Maidah :3)

Oleh sebab itu apa saja yang bukan merupakan agama (Islam) pada hari itu, maka ia bukan termasuk agama (Islam) pula pada hari ini”.(Al-I’tisham oleh Asy-Syaathibiy, 1/64)

Hadits dari Abdullah bin ‘Ukaim bahwasanya Umar berkata:

“Sesungguhnya perkataan yang paling benar adalah firman Allah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad SAW dan seburuk-buruk perkara adalah yang dibuat-buat (dalam agama). Ketahuilah bahwa sesungguhnya setiap perkara yang dibuat-buat (dalam agama) itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu adalah kesesatan dan setiap kesesatan itu (tempatnya) di neraka”. (Dikeluarkan oleh Ibnu Wudhah dalam Al Bida’ hal. 31 dan Laalika’iy, hadits no. 11 (1/84).

Shahih Bukhary no. 2697, Shahih Muslim no. 1718, dijelaskan:
Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha berkata Rasulullah SAW: “Barang siapa yang mengamalkan satu amalan yang dibuat-buat dalam ajaran kami (agama) padahal amalan itu bukan berasal dari agama ini, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muttafaq ‘Alaih).

Untuk menambah pondasi penjelasan diatas bisa juga antum baca Al-Qur’an  dan tafsirnya yaitu QS Al-Mukminun : 71, QS Luqman : 21, QS Asy-Syuura : 21, QS AL Baqarah 165-167 dan QS Al-Ahzab: 64-68.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: