PSIKOLOGI ANAK 3

BAB I
PENDAHULUAN

Psikologi adalah ilmu jiwa. Pentingnya kita mempelajari dan memahami kejiwaan pada anak, karena pada masa kanak-kanak adalah masa awal diberi pemahaman tentang agama. Jadi, untuk mempermudah dalam memberi pemahaman agama pada anak maka sebaiknya orang tua, pendidik memahami dan mengerti kondisi anak terlebih dahulu, setelah itu baru membari pemahaman dengan cara-cara yang menarik dan dapat memberi pendekatan dan metode yang dipakai, sehingga anak terangsang untuk mendengarkan dan membiasakan diri sesuai dengan pemahaman dari orang tuanya.

BAB II
PSIKOLOGI DAN AQIDAH ANAK USIA 3-6 TAHUN

A. Pengertian Psikologi
Istilah psikologi berasal dari kata-kata YUNANI psyche = jiwa, dan logos = ilmu. Jadi secara harfiah, psikologi berarti ilmu jiwa atau ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala kejiwaan.
Perkembangan ilmu pengetahuan, terutama Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan banyak tergantung dari perubahan-perubahan dalam masyarakat.
Mempelajari psikologi berarti ada usaha untuk mengenal manusia. Mengenal berarti dapat memahami, yaitu kita dapat menguraikan dan menggambarkan tingkah laku dan kepribadian manusia beserta aspek-aspeknya.
Dewasa ini psikologi berpegang pada kenyataan hakiki, bahwa manusia adalah mahluk yang terus-menerus merelasasikan diri dalam suatu alam (lingkungan), yang tidak henti-hentinya melakukan kontak dengan alam sekitarnya, dan yang tidak berisolasi. Manusia bukan sekedar hidup melainkan adalah suatu “esistensi”.

B. Psikologi Anak Dalam Islam
Secara psikologis pada dasarnya sikap anak telah mempunyai fitrah (bawaan) keimanan atau keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Fitrah tersebut tidak akan bisa berkembang sesuai dengan pedoman dan petunjuk yang ada dalam AL-Quran dan Sunnah Rasul. Tanpa peran dari kedua orang tua / pendidik yang memberikan pedoman dan petunjuk kepada anak. John Locke berpendapat, yang terkenal dengan teori tabularasa “bahwa anak itu bagaikan sehelai kertas putih”. Artinya perkembangan anak dalam pendidikan tergantung bagaimana orang tua / lingkungan / pendidikan yang diberikan kepadanya.
8Materi pendidikan aqiqah terlebih dahulu untuk mencari kesesuaian antara tingkat perkembangan agama anak / perkembangan intelektualnya dengan materi pendidikan. Anak belum bisa menganalisa dan mengambil kesimpulan dalam pikiran mereka.
C. Pendekatan Psikologi Pada Anak
Langkah untuk mencapai tujuan pendekatan psikologi yang meliputi :
1. Pendekatan emosional : usaha untuk menggugah perasaan dan emosi anak dalam meyakini bahwa tiada Tuhan selain Allah.
2. Pendekatan pengalaman : memberikan pengalaman mengenai keadilan, kekuasaan, dan kebijaksanaan sifat Allah yang lain. Kejujuran dan kepahlawanan para Nabi dan Rasul serta kebaikan para malaikat.
3. Pendekatan Estetis (keindahan) : usaha dalam menanamkan aqidah dalam hati anak dengan pendekatan keindahan, seperti dengan nyanyian, rekreasi dan berimajinasi.

BAB III
KESIMPULAN

Demikian pentingnya psikologi memahami kondisi anak dan penerapan pendidikan aqidah dengan cara metode, pendekatan yang dapat dijadikan sarana dalam usaha menanamkan aqidah kepada anak, apabila pendidik atau orang tua bisa sabar dan teliti dalam memahami kondisi psikologis anak, karakter dan pola berfikirnya, maka insya Allah tujuan pendidikan akan diraih. Yakni anak tumbuh dan berkembang dengan keyakinan agama, bukan sekedara bersifat ikutan atau warisan dari orang tua, akan tetapi iman yang benar- benar yakin.

DAFTAR PUSTAKA

– Sutrsna Sumadi, S.Ag, Rafi‘udin, S.Ag. Pendekatan Psikologi Bagi Anak, 2007.
– Drs. Noehi Nasution, M.A, dkk. Psikologi Pendidikan, 1998.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: